Makalah Media Pembelajaran Fisika 3D

PEMBUATAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK PENERAPAN ENERGI POTENSIAL





OLEH :
1. AISYAH NURHIKMAH (A1C317070)
2. ANDI BERLIANA (A1C317062)
3. HELDALIA (A1C317056)
4. RANI RAMADHAN (A1C317072)
5. RINI SISKI FITRIANI (RSA1C317009)




PENDIDIKAN MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
UNIVERSITAS JAMBI
2018
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG 4
B. RUMUSAN MASALAH 5
C. TUJUAN 5
BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI 6
B. JENIS-JENIS MEDIA PEMBELJARAN TIGA DIMENSI 6
C. KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN
TIGA DIMENSI 8
D. PROSES PEMBUATAN MEDIA TIGA DIMENSI 10
DAFTAR PUSTAKA 12

BAB I
PENDAHULIUAN
A. Latar Belakang
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif.
Media tiga dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah, adalah tergolong sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus memerlukankeahlian khusus, dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Moedjiono (1992) mengatakan bahwa media sederhana tiga dimensi memiliki kelebihan-kelebihan: memberikan pengalaman secara langsung, penyajian secarakongkrit dan menghindari verbalisme, dapat  menunjukkan obyek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya, dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas, dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas. Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah: tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah yang besar, penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatannya rumit.
Media pembelajaran yang merupakan sarana dan prasarana untuk menunjang terlaksananya kegiatan pembelajaran serta penunjang pendidikan dan pelatihan tentunya perlu mendapat perhatian tersendiri. Keberadaannya tidak dapat diabaikan begitu saja dalam proses pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan tanpa adanya media pembelajaran, pelaksanaan pendidikan tidak akan berjalan dengan baik, termasuk dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Perkembangan media ini mulanya hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, yaitu gambar, model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit dan motivasi belajar sehingga dapat mempertinggi daya serap dan hasil belajar siswa.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian media pembelajaran tiga dimensi ?
2. Apa saja jenis-jenis media pembelajaran tiga dimensi ?
3. Bagaimana karakteristik media pembelajaran tiga dimensi ?
4. Apa kelebihan dan kekurangan media pembelajaran tiga dimensi
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran tiga dimensi.
2. Untk mengetahui jenis-jenis media pembelajaran tida dimensi.
3. Untuk mengetahui karakteristik media pembelajaran tiga dimensi.
4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan media pembelajaran tida dimensi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran Tiga Dimensi
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif.Media tiga dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah, adalah tergolong sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus memerlukan keahlian khusus, dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Moedjiono (1992) mengatakan bahwa media sederhana tiga dimensi memiliki kelebihan-kelebihan: memberikan pengalaman secara langsung, penyajian secara kongkrit dan menghindari verbalisme, dapat menunjukkan obyek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya, dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas, dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas.
B. Jenis-jenis Media Pembelajaran Tiga Dimensi
Pembagian media tiga dimensi menurut jenis model dan penggunaannya terbagi menjadi lima bagian yaitu Model Padat, Model Penampang, Model Kerja, Mocks-up, dan Diorama dimana masing-masing dari kelima model tersebut memiliki ciri khas tersendiri, antara lain:
1. Model Padat (solid model)
Model padat yaitu memperlihatkan bagian permukaan luar dari pada objek dan sering kali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk, warna dan susunannya. Contoh model padat yaitu boneka, bendera, bola, anatomi manusia. Guna model padat untuk membantu dan melayani para siswa sebagai informasi berbagai pengetahuan agar siswa lebih paham dalam pelajaran.
2. Model penampang (cuteway model)
Model penampang yaitu memperlihatkan bagaimana sebuah objek itu tampak, apabila bagian permukaannya diangkat untuk mengetahui susunan bagian dalamnya. Model ini berguna untuk mata pelajaran biologi, karena berfungsi untuk mengganti objek sesungguhnya. Beberapa contoh model penampang adalah:
a. Anatomi manusia dan hewan : mata, gigi, kepala, otak, tulang belulang, paru-paru, jantung, bagian ginjal.
b. Kehidupan tumbuh-tumbuhan: daun, batang, tangkai, akar, biji, tunas, bunga, buah-buahan.
3. Model kerja (working model)
Model kerja yaitu tiruan dari objek yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli. Gunanya untuk memperjelas dalam pemberian materi kepada siswa. Beberapa contoh model kerja adalah:
a. Alat-alat matematika: mistar-sorong, busur derajat.Peralatan musik: biola, seruling, terompet, piano, tamburin.
b. Mock-ups, yaitu penyederhanaan susunan bagian pokok dan suatu proses atau sistem yang lebih ruwet. Guru menggunakan mock-up untuk memperlihatkan bentuk berbagai objek nyata seperti kondensator-kondensator, lampu-lampu tabung,serta pengeras suara, lambang-lambang yang berbeda dengan apa yang tertera di dalam diagram.
c. Diorama, yaitu sebuah pemandangan 3 dimensi mini bertujuan menggambarkan pemandangan sebenarnya. Contoh: Diorama di bagian bawah Monas Jakarta.


C. Karakteristik Media Pembelajaran Tiga Dimensi
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif, seperti contoh berikut
1. Widya wisata adalah kegiatan belajar yang dilaksanakan melalui kunjungan ke suatu tempat di luar kelas sebagai bagian integral dari seluruh kegiatan akademis dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.
2. Belajar benda sebenarnya melalui Specimen secara Terminologi artinya benda sebenarnya digolongkan atas dua, yaitu obyek dan benda contoh (specimen). Obyek adalah semua benda yang masih dalam keadaan asli dan alami. Sedangkan specimen adalah benda-benda asli. Namun ada juga benda asli tidak alami atau benda asli buatan, yaitu jenis benda asli yang telah dimodifikasi bentuknya oleh manusia.
3. Belajar melalui Media tiruan sering disebut sebagai model. Belajar melalui model dilakukan untuk pokok bahasan tertentu yang tidak mungkin dapat dilakukan melalui pengalaman langsung atau melalui benda sebenarnya.
4. Peta timbul yang secara fisik termasuk model lapangan, adalah peta yang dapat menunjukkan tinggi rendahnya permukaan bumi.
5. Globe (model perbandingan) adalah benda tiruan dari bentuk bumi yang diperkecil. Globe dapat memberikan keterangan tentang permukaan bumi pada umumnya dan khususnya tentang lingkungan bumi, aliran sungai, dan langit.
6. Boneka yang merupakan salah satu model perbandingan adalah benda tiruan dari bentuk manusia dan atau binatang.
Pengklasifikasian sebagaimana yang telah dibahas pada uraian terdahulu menjelaskan karakteristik atau ciri-ciri spesifik masing-masing media berbeda satu sama yang lainnya sesuai dengan tujuan dan maksud pengelompokan. Karakteristik media dapat dilihat dari kemampuan membangkitkan rangsangan indra penglihatan, pendengaran, perabaan percakapan, maupun penciuman atau kesesuainnya dengan tingkat hirarki belajar. Secara umum karakteristik media tiga dimensi adalah sebagai berikut:
1. Pesan yang sama dapat disebarkan keseluruh siswa secara serentak.
2. Penyajiannya berada dalam kontrol guruCara penyimpanannya mudah (praktis)
3. Dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera.
4. Lebih mahal dari media grafis.
5. Sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu.
6. Sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual.
7. Praktis digunakan untuk semua ukuran ruangan kelas.
8. Mampu menyajikan teori dan praktik secara terpadu.

D. Proses Pembuatan Media Tiga Dimensi
Alat dan bahan
1. Selang
2. Triplek
3. Lem
4. Kelereng
5. Tutup botol
6. Buku gunting
7. Kertas kado

Cara Pembuatan
1. Siapkan alat dan bahannya terlebih dahulu
2. Potong selang menjadi dua bagian dengan ukuran yang berbeda beda
3. Tempelkan buku dengan posisi tegak sebagai tempat untuk penyangga selang
4. Rekatkan  kedua selang yg sudah dipotong tadi ke penyangga yang sudah di sediakan
5. Media siap digunakan

Kerja alat
Cara kerja alatnya adalah dengan cara menggunakannya dengan memasukkan kelerang kedalam selang yang berbeda ukuran tersebut. Lalu kita langsung bisa melihat perbedaannya.
Energi potensial adalah energi yang mempengaruhi benda karena posisi atau ketinggian benda tersebut Ep : m.g.h dimana Ep berbanding lurus dengan massa dan berbanding lurus dengan ketinggian. Jadi, semakin tinggi benda maka semakin besar Ep yang dihasilkan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Karakteristik Media Pembelajaran Tiga Dimensi. Jakarta.
(http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2156055-karakteristik-media-pembelajaran-tiga-dimensi/#ixzz2w0EfCduO)
Juwita dan Eka. 2012.  Analisis Media Tiga Dimensi. Jakarta.
(http://catatanharian1.blogspot.com/2012/07/analisis-media-tiga-dimensi.html)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH ADMINISTRASI LABORATORIUM

STANDAR TENAGA LABORATORIUM

PEMBUATAN MEDIA AUDIO DENGAN APLIKASI AUDACITY