GLOBAL WARMING
Secara umum global warming adalah suatu proses
meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan
Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change
(IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata
global sejak pertengahan abad ke 20 kemungkinan besar
disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas eumah kaca akibat aktivitas
manusia" melalui efek rumah kaca.
Meningkatnya suhu global
diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya
permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta
perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global
yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. Sederhananya dapat dikatakan bahwa
Pemanasan Global terjadi karena gaya hidup manusia, pola konsumsi, dan teknologi
yang ada di berbagai negara maju. Beberapa negara maju penyumbang terbesar
global warming ini misalnya Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan
beberapa negara lainnya.
Berikut adalah penyebab global
warming:
1. Polusi Karbon Dioksida
Karbon dioksida ini berasal
dari berbagai proses aktivitas manusia, mulai dari proses pembakaran pada mesin
kendaraan, mesin pabrik dan industri, pembangkit listrik berbahan bakar fosil,
dan lain-lain.
Polusi karbon dioksida ini
merupakan penyumbang terbesar penyebab global warming yang terjadi saat ini.
Hal ini semakin memburuk karena semakin tingginya pengguna kendaraan bermotor
di berbagai belahan dunia.
2. Penggunaan Bahan Kimia
Ada banyak produk dan
kebutuhan manusia yang menggunakan bahan kimia, salah satunya adalah pupuk
tanaman. Walaupun dianggap berbahaya, namun penggunaan pupuk kimia tetap
dilakukan hingga saat ini.
Pupuk kimia mengandung gas
nitrogen oksida yang kapasitasnya 300 kali lebih panas dibandingkan dengan
karbon dioksida. Nah, bisa dibayangkan bagaimana dampaknya terhadap pemanasan
global jika pupuk kimia digunakan secara berlebihan.
3. Penebangan dan Pembakaran Hutan
Aktivitas penebangan dan
pembakaran hutan secara liar dan tak terkendali juga menjadi penyebab terbesar
terjadinya global warming. Seperti kita tahu, pohon-pohon di hutan dibutuhkan
untuk menyumbang oksigen bagi mahluk hidup di bumi.
Penebangan dan pembakaran
pohon-pohon tersebut selain menyebabkan polusi udara, juga mengakibatkan
hilangnya sebagian ‘paru-paru’ dunia untuk mendaur ulang karbon dioksida.
4. Efek Rumah Kaca
Gedung bertingkat tinggi dan
rumah dengan konsep bangunan kaca tidak dapat menyerap panas matahari dan akan
memantulkan cahaya matahari ke atmosfir. Sayangnya, panas tersebut tertahan
atau terperangkap di atmosfir oleh polusi udara dari karbon dioksida, metana,
sulfur dioksida, dan uap air. Sehingga panas yang tak terserap tersebut kembali
ke permukaan bumi dan tersimpan di sana. Proses ini terjadi dalam jangka waktu
yang lama dan mengakibatkan suhu rata-rata di permukaan bumi terus meningkat.
Dampak global warming secara
umum adalah terjadinya peningkatan suhu rata-rata di bumi. Namun, ada banyak
sekali dampak yang terjadi akibat pemanasan global tersebut, baik itu iklim dan
cuaca, peningkatan air laut, ekosistem, dan lain-lain.
Berikut ini adalah beberapa
dampak pemanasan global:
1. Perubahan Iklim dan Cuaca
Pemanasan Global mengakibatkan
terjadinya perubahan iklim dan cuaca di berbagai penjuru dunia. Hal ini
dikarenakan kondisi atmosfir yang berubah di berbagai lokasi akibat pemanasan
global tersebut.
2. Hujan Asam
Asap hasil pembakaran batubara
dan minyak akan menghasilkan emisi SO dan nitrogen oksida. Ketika kedua gas
tersebut bereaksi di udara maka akan menghasilkan asam nitrat, asam sulfat.
Inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya hujan asam. Hujan asam ini dapat
mengakibatkan kerusakan pada benda-benda logam, merusak tanaman, mengakibatkan
kesulitan bernafas, dan lain sebagainya.
3. Es Kutub Utara dan Selatan
Mencair
Sebagian besar area kutub
utara dan selatan tertutup oleh es yang dapat memantulkan cahaya matahari. Global
warming akan membuat es di kutub utara dan selatan mencair. Jika es
di kutub utara dan selatan terus mencair maka panas matahari akan semakin
banyak terserap dan menimbulkan panas. Selain itu, percepatan mencairnya es
akan membuat berbagai binatang di kutub utara dan selatan kehilangan habitatnya.
4. Permukaan Laut Naik
Es yang mencari dari kutub
utara dan selatan akan mengalir menuju laut. Pada akhirnya permukaan air laut
akan semakin tinggi secara perlahan-lahan. Menurut beberapa ilmuwan, sepanjang
abad 20 permukaan air laut telah naik hingga 25 cm. Dan diperkirakan permukaan
air laut akan terus naik hingga mencapai 88 cm. Hal ini tentu saja akan membuat
area daratan di permukaan bumi semakin berkurang.
5. Ekologis Terganggu
Global warming berdampak besar bagi semua mahluk hidup,
termasuk hewan dan tumbuhan. Aktivitas manusia yang mengakibatkan global
warming akan membuat banyak hewan melakukan migrasi ke tempat lain.
Tumbuhan-tumbuhan di suatu daerah bisa hilang atau mati karena iklimnya sudah
tidak sesuai dengan habitat aslinya.
6. Lapisan Ozon Menipis
Lapisan ozon merupakan lapisan
yang menyelimuti bumi sehingga tidak terkena radiasi langsung dari sinar
matahari. Global warming mengakibatkan lapisan ozon ini semakin menipis bahkan
rusak. Dampak dari kerusakan lapisan ozon ini adalah sinar matahari yang langsung
mengenai kulit manusia. Sinar ultraviolet yang langsung mengenai kulit dapat
mengakibatkan penyakit kulit hingga kanker kulit.
7. Pergantian Musim Berubah
Siklus musim di berbagai
wilayah bumi akan mengalami perubahan atau menjadi tidak teratur karena adanya
pemanasan global. Hal ini menyebabkan banyak masalah bagi manusia, misalnya
perubahan musim hujan dan musim kemarau. Dampak pergantian musim ini juga
terjadi pada industri pertanian dan peternakan. Musim tanam dan musim panen
yang tidak jelas akan mengakibatkan hasil pertanian dan peternakan menjadi
menurun. Pemanasan global dapat diatasi dengan tindakan nyata oleh semua umat
manusia di berbagai penjuru dunia. Eksploitasi alam yang selama ini dilakukan
harus dikendalikan dengan baik.
Berikut ini adalah beberapa
upaya sederhana untuk mengatasinya:
1. Mengurangi Penggunaan Kendaraan
Bermotor
Kendaraan bermotor sudah
menjadi kebutuhan manusia saat ini sebagai alat transportasi. Namun, kita
sering lupa bahwa asap kendaraan bermotor menyumbang CO2 yang mengakibatkan
pemanasan global. Untuk mencegah global warming, kita bisa mengurangi
penggunaan kendaraan pribadi dan menggunakan angkutan massal. Dengan begitu,
polusi udara akan berkurang dan dapat membantu mengatasi global warming.
2. Menjaga Kelestarian Alam
Eksploitasi hasil alam yang
berlebihan lebih banyak merugikan ketimbang menguntungkan untuk jangka panjang.
Penebangan dan pembakaran hutan untuk membuka lahan sudah seharusnya
dikendalikan atau dihentikan. Menanam kembali pohon di lahan yang dibakar/
ditebang merupakan langkah konkrit yang bisa dilakukan untuk mengatasi
pemanasan global.
3. Mengontrol Pemakaian Listrik
Penggunaan listrik yang
berlebihan juga dapat menimbulkan pemanasan global. Hal ini terkesan
sangat sepele namun dampaknya sangat besar. Lampu-lampu dan peralatan listrik
dapat mengeluarkan panas. Bayangkan berapa besar panas yang dikeluarkan bila
seluruh manusia di bumi menggunakan listrik secara berlebihan. Selain membantu
mengatasi pemanasan global, dengan mengontrol pemakaian listrik maka kita akan
lebih hemat energi dan hemat biaya.
4. Mengendalikan Limbah
Limbah dapat mengeluarkan gas
berbahaya ke udara. Gas berbahaya ini selain menimbulkan bau busuk, juga dapat
menyebabkan efek rumah kaca yang menyebabkan panas matahari terperangkap di
permukaan bumi. Dengan mengendalikan limbah, baik limbah rumah tangga maupun
limbah industri, maka hal ini dapat membantu mengatasi global warming.
Komentar
Posting Komentar